Tools

Kalkulator Reksadana Saham (Proyeksi)

Reksadana saham historisnya sekitar 10% sampai 12% per tahun, tapi sangat fluktuatif dan cocok untuk jangka panjang (5 tahun+).
Isi setoran dan jangka waktu dengan benar.
Perkiraan nilai akhir
—
  • Total setoran—
  • Total imbal hasil—
  • Jangka waktu—
  • Nilai akhir (bebas pajak)—
Proyeksi ini hanya perkiraan dengan asumsi imbal hasil rata sepanjang periode. Nyatanya reksadana saham bisa turun tajam dalam jangka pendek, dan imbal hasil masa lalu bukan jaminan hasil masa depan. Alat ini hanya untuk tujuan jangka panjang. Keuntungan reksadana bebas pajak penghasilan.

Alat di atas memproyeksikan nilai investasi reksadana saham dari setoran awal, setoran rutin bulanan, imbal hasil, dan jangka waktu. Isi angkanya, lalu klik Hitung Proyeksi.

Ringkasan:

  • Reksadana saham berpotensi memberi imbal hasil tinggi, tapi risikonya besar dan nilainya bisa turun tajam.
  • Cocok hanya untuk tujuan jangka panjang, idealnya 5 tahun ke atas, supaya punya waktu pulih dari koreksi.
  • Proyeksi memakai rumus nilai masa depan, dan keuntungan reksadana bebas pajak penghasilan.

Mau danamu tumbuh lebih agresif untuk tujuan bertahun-tahun ke depan? Reksadana saham sering dipilih karena potensi imbal hasilnya paling tinggi di antara jenis reksadana. Tapi ingat, naik-turunnya juga paling tajam. Biar kamu punya gambaran, alat ini menghitung perkiraan nilai investasimu di masa depan.

Cara Pakai Alat di Atas

  • Isi Setoran awal bila kamu memulai dengan sejumlah dana, boleh dikosongkan.
  • Isi Setoran per bulan untuk investasi rutin (nabung reksadana).
  • Isi Imbal hasil per tahun (default 10%) dan Jangka waktu dalam tahun.
  • Klik Hitung Proyeksi untuk melihat nilai akhir, total setoran, dan total imbal hasil.

Rumus Proyeksi

r = imbal hasil per tahun / 12
FV setoran awal = awal x (1+r)^n
FV setoran rutin = rutin x ((1+r)^n - 1) / r
Nilai akhir = FV setoran awal + FV setoran rutin
n = jumlah bulan

Contoh Perhitungan

Setoran awal Rp0, rutin Rp1.000.000/bulan, imbal hasil 10%, selama 10 tahun (120 bulan):

  • Total setoran = 1.000.000 × 120 = Rp120.000.000.
  • Perkiraan nilai akhir ≈ Rp204.800.000.
  • Total imbal hasil ≈ Rp84.800.000, dan seluruhnya bebas pajak. Ingat, angka ini cuma perkiraan, hasil nyatanya bisa jauh lebih rendah atau lebih tinggi.

Reksadana Saham vs Pasar Uang

Reksadana saham menempatkan sebagian besar dana pada saham, sehingga potensi imbal hasilnya paling tinggi, tapi nilainya juga paling fluktuatif dan bisa turun tajam saat pasar jatuh. Karena itu ia hanya cocok untuk tujuan jangka panjang, minimal 5 tahun, supaya ada waktu untuk pulih dari koreksi. Sebaliknya, reksadana pasar uang isinya deposito dan surat utang jangka pendek, jadi jauh lebih stabil, cair, dan cocok untuk dana darurat atau tujuan jangka pendek, meski imbal hasilnya lebih kecil. Kalau tujuanmu masih dekat, jangan taruh di reksadana saham.

Kalkulator Terkait

Bandingkan dengan produk lain lewat kalkulator reksadana, kalkulator reksadana pasar uang, atau kalkulator investasi.

Sering Ditanyakan

Apakah reksadana saham aman?

Reksadana saham termasuk yang paling tinggi risikonya karena isinya saham. Nilainya bisa turun tajam dalam jangka pendek, bahkan minus untuk beberapa waktu, jadi tidak cocok untuk dana yang sewaktu-waktu kamu butuhkan. Ia baru terasa aman kalau dipegang jangka panjang. Pilih manajer investasi yang terdaftar dan diawasi OJK, dan jangan taruh semua danamu di satu produk.

Berapa return reksadana saham?

Historisnya sekitar 10% sampai 12% per tahun untuk jangka panjang, tapi angka ini sangat fluktuatif. Dalam satu tahun tertentu bisa naik puluhan persen, di tahun lain bisa minus. Imbal hasil masa lalu bukan jaminan masa depan, jadi pakai angka ini sebagai perkiraan kasar saja, bukan patokan pasti.

Apakah imbal hasilnya kena pajak?

Keuntungan reksadana bukan objek pajak penghasilan bagi investor, berbeda dari bunga deposito yang dipotong pajak final 20%. Jadi imbal hasil reksadana saham yang kamu terima tidak dipotong pajak lagi, walaupun tetap harus dilaporkan di SPT sebagai harta.


Nah, itu dia cara memproyeksikan hasil investasi reksadana saham. Karena risikonya besar, pastikan kamu hanya memakainya untuk tujuan jangka panjang dan siap dengan naik-turunnya. Selamat berinvestasi, semoga bermanfaat 🙂